10 Tips Website Tracking Di Google Analytics yang Harus Kamu Tahu

google analytics

Ketika berbicara tentang digital marketing, banyak yang bertanya bagaimana cara menganalisa sebuah website untuk mendapatkan hasil yang lebih baik? Ada banyak sekali tools analytics yang dapat kita gunakan untuk melakukan tracking pada website. Salah satunya adalah Google Analytics. Kenapa Google Analytics? Karena tools ini menyediakan fitur yang sangat baik dan lengkap dalam melakukan tracking website, dan tentunya GRATIS!

Pada artikel ini, kami akan berbagai 10 tips menggunakan Google Analytics untuk tracking yang lebih baik dan membantu mendapatkan hasil yang maksimal.

1. Buat 3 view untuk praktik terbaik

Tips pertama adalah buat tiga jenis view pada akun Google Analytics untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

  • View yang mengumpulkan data mentah. Ini adalah backup yang berisi semua data yang tidak berubah.
  • Filtered view, atau reporting view.
  • View untuk menguji perubahan pengaturan akun, filters, tujuan, dan ecommerce tracking untuk memastikan semuanya bekerja sebelum implementasinya dalam reporting view.

2. Penempatan Google Analytics Tracking code tag

Dimana sebenarnya kita harus tracking code dari Google Analytics? Penempatan tracking code yang direkomendasikan Google adalah sebelum tag </head> pada setiap halaman website yang ingin kita track.

1

3. Buat filters untuk traffic yang tidak diinginkan

Di menu filters Google Analytics kita bisa menambahkan filters untuk traffic-traffic yang tidak diinginkan. Sangat direkomendasikan untuk menghapus internal source traffic seperti dari kita sendiri, atau orang-orang yang bekerja untuk website kita. Ini akan memastikan bahwa data Google Analytics kita tetap asli. Caranya adalah masuk menu Admin > Filters > New Filter. Atur file seperti gamabr dibawah ini:

2

Tips: Untuk mengetahui berapa IP Address kita, buka Google dan ketikan ‘what is my IP address.

4. Buat filter untuk spambots dan ghost referrals

Ketika membuat filter di akun Google Analytics, kita juga harus mempertimbangkan untuk memfilter spambots, dan ghost refferal yang dapat merusak data Google Analytics kita. Berikut beberapa yang termasuk jaringan spam:

  • Darodar.com
  • Econom.co
  • Semalt.com
  • See-your-wesbite-here.com
  • Ilovevitaly.co
  • Buttons-for-websites.com

5. Tentukan goal conversion tracking untuk melacak tujuan makro dan mikro

Ketika pengguna mengunjungi website kita, kita ingin tahu bagaimana mereka berinteraksi dengan situs kita. Goal tracking membantu mengukur seberapa baik situs kita dapat memenuhi tujuan pemasaran kita. Goal conversions mengukur tindakan yang diinginkan pengguna untuk dicapai pada website kita. Goals/tujuan dapat diklasifikasikan sebagai konversi makro dan mikro. Kita bisa mengatur goals ini pada View level, dan disarankan untuk diterapkan pada filters (reporting) view.

Konversi makro meliputi:

  • Menambahkan produk ke keranjang belanja.
  • Menyelesaikan transaksi.

Tujuan mikro meliputi:

  • Melengkapi dan mengirimkan form kontak kami.
  • Mengunduh dokumen.
  • Mendaftar newsletter.

3

Kita juga bisa melampirkan nilai tujuan untuk setiap konversi ini. Untuk mempelajari bagaimana menerapkan goal tracking di Google Analytics Filtered view.

6. Kelompokkan konten untuk mengidentifikasi kategori konten yang terbaik

Membuat pengelompokan konten di akun Google Analytics memungkinkan kita untuk mengidentifikasi kategori konten yang memiliki kinerja terbaik. Kita juga bisa membuat pengelompokkan segmen konten berdasarkan kategori produk.

Misalnya, kita bisa membuat satu kelompok pakaian wanita, yang dipecah menjadi beberapa kategori termasuk tops, celanan/bawahan, gaun, sepatu, perhiasan dan aksesoris. Ini akan membantu kita mengidentifiaksi area mana yang mengarahkan traffic dan konversi paling tinggi.

4

7. Hubungkan Google Analytics dengan Google Webmaster Tool

Google Analytics dapat dihubungkan dengan produk Google lainnya termasuk Google Webmaster Tools dan Google AdWords, hanya untuk beberapa nama. Google Analytics terhubung dengan produk produk lainnya, kita akan mendapatkan wawasan lebih lengkap ke dalam optimasi data pencarian.

Ketika dua alat ini dihubungkan, kita memiliki akses ke Google Webmaster Tools data di dalam Google Analytics, dan sebaliknya. Google telah meluncurkan fitur baru yang canggih di Google Webmaster tools yang disebut Search Analytics report, yang akan menggantikan Search Query report. Google mengatakan bahwa fitur baru ini akan menambah fungsionalitas untuk analisis yang lebih baik.

6

“Search Analytics report baru mungkinkan kita untuk memecah pencarian data situs kita, dan memfilternya dengan beberapa cara untuk analisa yang lebih tepat”. Mereka juga mengatakan bahwa Search Analytics reports lebih akurat dibandingkan Search Query.

8. Gunakan Ecommerce Conversion Tracking

Jika kita memiliki situs e commerce, kita dapat menggunakan ecommerce conversion tracking di Google Analytics. Google analytics akan mengumpulkan data yang berkaitan dengan proses penjualan (channel), produk dan transaksi. Ini akan memberikan kita pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menjual produk, dengan informasi lainnya yang berguna termasuk pendapatan produk dan jumlah transaksi yang terjadi.

Dengan menganalisis data ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi produk yang mendorong penjualan yang signifikan, selain itu juga mengidentifikasi produk yang tidak sesuai dengan harapan. Sehingga, kita bisa lebih mengoptimalkan penawaran produk yang disesuaikan dengan basis pelanggan kita.

9. Gunakan campaign tagging

Kampanye pemasaran baru selalu menarik, dan dapat menjadi kesempatan besar untuk mengarahkan traffic dan penjualan ke website kita. Tapi apa yang terjadi ketika sebuah kampanye tidak benar ditandai di Google Analytics? Kampanye kustom harus memiliki tracking dengan menggunakan parameter berikut:

  • utm_source: mengidentifikasi source yang mengirimkan traffic ke website kita.
  • utm_medium: media dari kampanye, misalnya CPC.
  • utm_campaign: nama kampanye yang unik.

10. Buat custom alerts untuk memberitahu kita tentang perubahan penting dalam Google Analytics

Bayangkan jika kita memiliki sistem yang bisa memberitahu ketika traffic website tiba-tiba turun. Pasti itu akan sangat bermanfaat. Di Google Analytics kita bisa mendapatkan fungsi ini, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan notifikasi ketika terjadi sesuatu pada situs kita. Sistem ini sangat penting, karena memungkinkan kita untuk mengidentifikasi anomali data, dan menganalisanya apa penyebabnya.

5

Berikut adalah beberapa custom alerts yang direkomendasikan:

  • Lonjakan traffic
  • Lonjakan goal completions
  • Penurunan goal completions
  • Penurunan traffic
  • Tidak ada traffic sama sekali
  • Lonjakan referral traffic

Itulah 10 tips bagaimana memaksimalkan Google Analytics untuk tracking website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *