9 Tips Panduan Web Hosting agar Sistusmu Semakin Ciamik!

best-choice-web-hosting-service

Hosting adalah bagian terpenting dari situsmu. Mereka bagaikan pondasi dari situs, brand bahkan bisnismu. Bnyak bisnis online yang macet karena mereka meremehkan akibat dari downtime. Maka, jika kamu memang serius dalam hal ini, pastikan situsmu tergenggam oleh tangan yang tepat. Sungguh sangat sulit untuk memutuskan akan menggunakan hosting yang mana, terlebih lagi saat ini mereka benar-benar menggencarkan promosi dan tak tanggung-tanggung memberikan penawaran fitur.

Nah, berikut adalah 9 Tips, sehingga kamu bisa menentukan pilihanmu dengan bijak :

1. Tipuan Domain Gratis.

Yah, kapan sih kata gratis tidak menarik? Pati akan selalu memiliki tulisan tebal dan cetakan yang special, hingga semua bisa membacanya. Namun hati-hati, perhatikan hal-hal berikut jika kamu menemukan rayuan sejenis :

  1. Siapa pemilik domain tersebut?
    Domainnya gratis, namun semua kontenmu akan jadi milik mereka. Artinya? Yap, kamu akan menempel dengan mereka sampai kahirnya bisa membayar domain sendiri. Sama saja bohong.
  2. Pikirkan pandangan kedepan.
    Pemakaian tahun pertama memang gratis, namun untuk pembaruan tahun selanjutnya bagaimana? Malah akan memakan dana hingga 200% untuk memiliki keseluruhan nama domain tadi. Karenanya, pastikan kamu telah menanyakan keseluruhan regulasi sebelum mengiyakan.
  3. Pisahkan Domain dan Hosting.
    Nama domain tak harus terdaftar di perusahaan yang sama. Pisahkan domain dengan hostingmu. Domain merupakan pondasi utama dan terpenting dari situsmu, dia harus aman, dan berada di tempat dengan penganganan yang terjamin. Biasanya penyedia hosting akan meminta domainmu untuk dihandle oleh mereka juga—sebab jelas saja akan lebih menguntungkan pihaknya. Karenanya hati-hati, kamu bahkan bisa kehilangan otoritas dari keseluruhan witusmu.

3. Baca Ketentuan Bandwith dan Kapasitas Disk.

Bandwidth dan kapasitas disk adalah 2 hal yang sering dilalaikan orang ketika memutuskan untuk emnggunakan hosting bersama. Kamu harus memikirkan jikalau kelak bisnismu mebesar, dengan lonjakan pengunjung yang memaksa kamu mengeluarkan biaya tambahan untuk meningkatkan kapasitas situsmu. Bukan suatu yang mustahil, ya kan?

Tentu saja, kapasitas situs tak akan penuh hanya karena lonjakan pengunjung saja. Nmaun, jiak di situs tersebut kamu meletakkan sesuatu untuk diunduh oleh pengunjung, maka hal itu sudah pasti ada di depan mata.

4. Perangkap Kapasitas Tak Terbatas.

Kapasitas tak terbatas bagaikan oase di gurun pasir. Penawaran yang sangat menggiurkan, pastinya. Namun sebelum kamu termakan fatamorgananya—sadarlah bahwa tak ada hal semacam kapasitas tak terbatas.

Sudahkan kamu membaca TOS dari situsmu? Jangan sampai kamu hanya melihatnya sekilas dan kemudian meninggalkannya. Di sana sangat jelas tertulis bahwa jika kamu menggunakan kapasitas yang melebihi standar CPU/Server, maka akan secara otomatis dilakukan pemutusan.

Nah, masih percayakah sekarang dengan si tanpa batas?

5. Riset dan Temukan Informasi Mendalam.

Cara tercepat untuk menemukannya adalah dengan memasukkan kata kunci “perusahaan web hosting menyebalkan”, maka kamu akan temukan deretan complain dari pengguna sebelum kamu, yang terjebak.

Deretan tadi mungkin bisa memberikan kamu pencerahan, namun tetap saja, tak semuanya harus kamu ikuti. Sebab…

  • Perhitungan yang keliru.Perusahaan besar mungkin saja mengecewakan banyak pelanggan, sebab mereka memang memiliki banyak saham. Namun bukan berarti itus ecara keseluruhan. Bisa saja yang memprotes itu masih dalam skala terkecil dari keseluruhan pelanggan. Hati-hati.
  • Prediksi dan bias subjektifitas.Komentar d blog pribadi biasanya lebih bersifat subjektif, terpengaruhi oleh faktor kepentingan, dan terkadang membabi buta. Menyebabkan komplain yang disajikan tidak sepenuhnya real.
  • Keluhan merupakan hal yang umum.Biasanya akan lebih mudah untuk memprotes daripada mengapresiasi. Contohnya saja, jika hostingmu berjalan dengan smooth, maka tidak aka nada apresiasi yang berarti. Tapi bandingkan jika terjadi sebuah keteledoran atau eror, maka konsumen akan langsung memprotes dengan berapi-api.

6. Beli & Simpan dengan rabat Komisi atau Kupon.

Tidak ada salahnya untuk mengecek ketersediaan kupon di hostingmu, ketika mereka sudah setuju menyiapkan budget untuk perusahaanmu selama setahun ke depan. Namun, ketika kamu tidak menemukan kupon, bukan berarti mereka adalah hosting yang buruk, sebab memang banyak juga penyedia hostig yang tida menggunakan kupon dalam system kerjanya.

7. Jangan lupa lakuakn BACKUP mandiri!

Apakah kita sebaiknya mempercayakan pembackup-an situs kepada hosting sepenuhnya? Jawabannya, TIDAK. Biarkanlah mereka bekerja sebagaimana mestinya, namun kamu harus tetap mempersiapkan backup situsmu sendiri.

8. Gunakan One-Time Credit Card atau PayPal.

Mungkin akan menjadi sedikit lamban, tidak praktis, dan relative mahal untuk mengkonversi rekening bankmu, sehingga kamu memutuskan menggunakan kartu kredit. Nmaun sebelumnya, pastikan bahwa perusahaan yang kamu tuju memiliki payment pateway yang aman dan tidak menyulitkan.

9. Hindari Kontrak Jangka panjang, kecuali kamu memang sudah mempercayai mereka.

Jangan membiarkan dirimu terlibat dengan hosting yang salah dalam waktu yang lebih lama. Jangn pernah memperjangan kontrak—atau membuatnya panjang sejak awal, jika kamu belum sepenuhnya percaya, dengan terlebih dulu melihat rekam jejak keberhasilan kerja mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *