Ini 5 Elemen Kunci yang Dapat Membantu Menjual Franchise

Franchise written on multiple road sign

Dalam waralaba bisnis, pendoman menggunakan salah satu strategi merupakan pertumbuhan dalam sebuah waralaba. Siebert mengatakan bahwa mengambangkan bisnismu secara eksponensial melalui waralaba sambal menghindari perangkap merupakan saran yang praktis.

Dalam rangka menjual waralaba, kamu harus memuali dengan memahami sifat pembeli waralaba. Franchisor menargetkan, bahw aprospek mereka generic “jadilah bisnis untuk diri sendiri, tetapi tidak sendiri”. Jadi, sebelum kamu mengupayakan marketmu, pastikan kamu memahami apa yang kamu jual dan mengapa mereka harus tertarik untuk membeli. Inilah yang harus kamu jaga dalam pikiranmu:

  1. Banyaknya Penjual Waralaba

Franchisr sangat cerdas, begitu menyadari bahwa mendekati franchisee, penjual waralaba harus menjual waralaba lebih dari satu, melainkan 4 penjualan terpisah jika mereka ingin berhasil.

  • Haruskan kami pergi ke bisnis untuk diri sendiri?
  • Haruskah kami pergi ke bisnis “widget”?
  • Haruskan kami pergi sendiri atau membeli franchise widget?
  • Haruskah kami membeli waralaba widget-mu?

Untuk menjaidkan prospek dalam penjualan waralaba-mu, kamu cukup menyakinkan calon-mu bahwa kamu telah menjawab pertanyaan afirmatif. Tidak semua orang tepat dalam memiliki sebuah bisnis. Kamu harus memastikan bahwa prospek mu ada sisi negative dan positif dari kepemilikkan usaha. Kamu akan menjalankan resiko waralaba untuk calon yang mungkin cenderung gagal.

Untuk menjawab pertanyaan kedua, franchisor perlu mengembangkan proposisi penjualan di industry widget, tapi sayangnya kurang menarik. Sebaliknya, semua pesaing franchisor di market widget perlu memberikan lapangan yang sama.

Jawaban untuk pertanyaan ketiga, kamu membutuhkan franchisor untuk menjual konsep waralaba yang terpisah dari keuntungan widget. Pertanyaan franchisor luar biasa banyaknya, apalagi untuk mendapatkan orang-orang yang tidak mengerti apa waralaba. Jika franchisee percaya, bahwa mereka memiliki kebebasan untuk melakukan apa yang mereka harap. Lebih baik kamu menghilangkan gagasan pada proses awal.

Pertanyaan ketiga ini juga menyajikan marketer franchise dengan dilemma yang unik. Di satu sisi, market ingin menawarkan kesempatan yang tidak boleh terlewatkan dalam market yang besar. Tapi, mereka juga harus memberitahu bahwa prospek calon pelanggan akan ditakdirkan untuk gagal atau sukses.

Pertanyaan keempat adalah di mana akan sulit untuk membedakan pesaing-mu. Franchisor akan memfokuskan upaya kreatif dalam hal konsep itu sendiri, seperti, struktur penawarana waralaba, cara USP yang dikomunikasikan kepada calon franchisee.

  1. Kamu Membutuhkan Banyak “Pembeli”

Pesan marketing lebih rumit dari fakta, karena pada akhirnya akan didengar oleh banyak orang selain prospek mempengaruhi penjualan waralaba. Kebanyakan kasus, pemilik waralaba dapat mengantisipas pembeli yang akan dipengaruhi oleh:

  • Seorang pengacara yang mempertahankan dalam meninjau dokumen hukum franchise.
  • Pembeli yang meminjam dan menyediakan pembiayaan.
  • Akuntan pribadi (terutama bagi mereka yang memliki peluang investasi cukup besar).
  • Penasehat terpecaya dan teman-teman.
  • Pasangan dan anggota keluarga.
  • Google, yang dapat menentukan siapa yang akan membaca pesanmu secara online.
  • Regulator negara di 8 negara, yang akan menentukan apakah kamu dapat menggunakannya.

Mungkin kamu sudah tahu bagaimana mendukung “pembeli”, sehingga website-mu, video, bahan jaminan, dan potongan lainnya di pasar dapat diatasi oleh calon franchisee-mu.

  1. Banyaknya Pesanan

Kamu juga harus menyadari bahwa materi marketing waralaba-mu akan mengirimkan lebih dari satu pesan. Salinan yang digunakan dalam market-mu mungkin akan mengirim 2 pesan:

  • Sebuah pesan yang menyampaikan penawaran.
  • Sebuah pesan yang menanamkan dampak emosional dari waralaba

Proses pembelian waralaba sangat emosional. Secara integral, bukan hanya untuk kesejahteraan keuangan seseorang, tetapi sepenuhnya terkait dengan cara seseorang melakukannya. Jika kamu tidak memperhitungkan dampak emosional dari proses franchise akan sangat mengurangi kemungkinan menutup penjualan.

Selain konten, kesan pertamamu akan sering datang di website-mu. Jika kamu gagal membuat kesna yang baik, tamatlah riwayatmu! Dengan mencetak brosur kamu akan mengirimkan pesan yang tidak serius tentang waralaba. Kualitas yang baik, dapat kamu gunakan untuk mengirim pesna yang serupa, jadi lakukanlah dengan benar.

  1. Banyak Motif Dari Franchisee-Mu

Sangat penting untuk memahami, bahwa calon franchisee-mu tidak akan termotivasi dengan faktor yang sama. Banyak franchisor baru menganggap bahwa pembeli waralaba dimotivasi oleh keuntungan finansial. Bahkan, ada motif pentingnya seperti:

  • Kemerdekaan
  • Menjadi bos sendiri
  • Keluwesan
  • Mengendalikan mereka

Kamu disarankan dapat memahami prospek dan apa yang benar-benar memotibasi mereka sebelum menyusun pesan yang akan kamu gunakan untuk menarik mereka lagi.

Jika kamu sudah memiliki waralaba, berbicaralah dengan mereka tentang cara memotivasi mereka, meskipun kamu harus berhati-hati untuk menghindari kesalahan komposisi. Misalnya, semua pesan-mu terfokus pada kemandirian, mungkin kamu berharap untuk mendengarkan franchisee-mu. Untuk menghindari keselahan itu, kamu bisa dengan survei franchisee dari sistem serupa untuk lebih memahami motif yang lebih luas dalam kategorimu.

  1. Ukuran

Beberapa calon franchisee yang tidak mempertimbangkan apa pun selain merk besar. Tapi, ada juga prospek waralaba yang hanya tertarik pada kesempatan lantai dasar. Jadi, berhati-hatilah dalam mengirimkan sebuah pesan.

Jika kamu mengetahui rantai waralaba yang lebih kecil, kemungkinan besar orang akan tertarik mencari usaha yang enterpreneurshipnya besar. Jadi, jangan mencoba untuk menjadi sesuatu yang sebenarnya kamu tidak memiliki kesempatan itu, namun kamu menyembunyikannya bahkan memamerkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *