Ini Arti Sebenarnya Instagram Marketing yang Belum Kamu Tahu

instagram

Seperti kita tahu popularitas Instagram terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hanya dalam waktu 3 bulan, komunitas Instagram telah tumbuh menjadi 1 juta pada Desember 2010 dan kurang setahun setelah peluncurannya, aplikasi photo-sharing ini telah memiliki 150 juta foto yang terupload pada Agustus 2011.

Pada bulan Juli 2012 Instagram memiliki 80 juta pengguna, Februari 2013 meningkat menjadi 100 juta dan September 2013 menjadi 150 juta. Kini Instagram memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif per bulannya.

Instagram adalah salah satu media sosial yang paling populer saat ini. Jadi, bagaimana caranya agar kita terlihat menonjol di Instagram ketika terdapat lebih dari 70 foto baru yang di upload setiap harinya? Berikut adalah 3 tips Instagram marketing.

1. Menentukan target pasar

Kita semua setuju bahwa Instagram adalah sebuah platform yang sangat populer. Tapi pertanyaannya adalah populer untuk siapa? Kita mungkin sudah bisa menebak bahwa Instagram sebenarnya paling populer di kalangan generasi muda.

Menurut data dari E-consultancy:

  • Di Q2 2014, sebanyak 20% dari pengguna internet berusia 16-24 tahun memiliki akun Instagram. Data ini naik dari sebelumnya 15% di Q2 2013.
  • Aplikasi ini lebih populer di kalangan anak muda, dengan penggunaan rata-rata 41% untuk usia 16-24 dan 35% untuk usia 24-34 tahun.
  • 51% dari pengguna adalah laki-laki, sisanya sebanyak 49% adalah perempuan.

Hal ini tentunya harus dipertimbangkan terutama ketika kita berpikir tentang bagaimana mendefinisikan diri di Instagram.

Tanyakan pada diri sendiri, berapa banyak audiens yang aktif dan terlibat dengan Instagram? Jika kita menargetkan produk untuk generasi muda, maka kita adalah pemenang di Instagram. Sebaliknya, jika hanya sebagian kecil dari basis pelanggan kita yang aktif di Instagram, maka kita harus melangkah sedikit lebih hati-hati.

2. Mengembangkan strategi konten

Kita akan mendapatkan hasil yang maksimal dari Instagram jika dapat menemukan cara yang menarik dan unik dalam membuat foto produk diluar fungsi utamanya.

Ambil saja contoh Oreo, Oreo adalah salah satu merek yang sukses mengkampanyekan hashtag mereka yaitu #playwithoreo. Di sinilah sebuah merek berusaha mendorong orang untuk melakukan sesuatu dengan berbagai macam cara menggunakan Oreo. Ini bisa berupa karya seni, resep yang menarik, atau bahkan menciptakan game yang dapat dimainkan menggunakan Oreo sebagai media utamanya.

Apa artinya? Jika kita bisa mengembangkan strategi konten yang dapat mengajak orang untuk ikut berkontribusi, maka kita akan menjadi pemenangnya.

3. Membuat style sendiri

Instagram, tentu saja lebih dari sekedar aplikasi kamera tua. Itu juga merupakan alat editing foto yang cukup bagus dan dilengkapi dengan berbagai filter keren di dalamnya.

Memang, tools editing sederhana pada Instagram ditujukan untuk seni fotografi, dan itu tidak berlebihan jika hampir setiap orang bisa membuat gambar yang tampak biasa menjadi terlihat edgy dan cool menggunakan Instagram.

Tapi, untuk membangun karakter kita sendiri di Instagram, kita perlu memiliki style agar terlihat memiliki ciri khas tersendiri. Sekarang mungkin kita masih menggunakan filter yang sama low-fi, amaro, ludwig, dan yang lainnya ketika upload foto, atau mungkin menggunakan shadow hitam putih. Apa pun itu, kita memiliki kesempatan untuk membuat style kita sendiri di Instagram dengan berbagai macam cara.

Itulah beberapa hal tentang Instagram marketing yang harus kamu tahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *